Setiap orang pasti mempunyai moral, tetapi belum tentu setiap orang befikiran kritis tentang moralnya. Pemikiran yang kritis tentang moral inilah yang disebut etika. Manusia yang baik tidak cukup bermoral, tetapi harus beretika. Dengan berfikir kritis terhadap moral yang di yakininya ia tidak akan gamang apabila sewaktu-waktu seseorang yang dijadikan panutan moralnya telah tiada. Nilai, norma dan moral yang terkandung dalam pancasila sebagai dasar dan falsafah bangsa indonesia harus dikaji secara kritis. Dengan mengkaji secara objektif dan ilmiah, kita tidak mudah goyah oleh masuknya ideologi lain yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa indonesia. Jadi pancasila sebagai etika sangatlah penting bagi setiap orang untuk melakukan aktivitas mengajak kita untuk berfikir kritis,otokritik,kaji banding sehingga pancasila yang kita terima sebagai dasar negara dan dasar kehidupan berbangsa benar-benar pilihan bangsa dan negara indonesia. Dalam reformasi sekarang ini pancasila juga merupakan etika politik artinya kehidupan berpolitik (berpemerintahan, bernegara dan sebagainya) dilandasi oleh nilai pancasila karena sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat agar tidak terjadi perdebatan antar sesama dan untuk berlangsungan bangsa indonesia. Moral juga tingkah manusia yang dilakukan dengan sadar dipandang dari sudut baik dan buruknya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangasa ,dan bernegara. Moral pun dihubungkan dengan etika dan etiket yang membicarakan tata susila dan tata sopan santun. Tata susila bisa diartikan budi pekerti manusia tentang baik dan buruk,salah dan benar dari sikap, perbuatan, dan kelakuan. Dengan kata lain tata susila adalah falsafah tentang praktek kehidupan manusia yang berasal dari luar dirinya dan memberi pengaruh dalam dirinya.