
Migrasi sendiri bisa di artikan sebagai perpindahan penduduk bertujuan untuk menetap di suatu tempat dan ketempat lain melalui batas politik atau batas administrasi negara. Migrasi sendiri sangat berkaitan dengan jarak dan waktu, berpindah tempat memang sangat ditentukan oleh diri sendiri atau faktor individu seseorang. Para-para ahli pun setuju juga bahwa individu adalah faktor yang menentukan sebuah keputusan, dari setiap individu selalu mempunyai kebutuhan tertentu untuk dapat di penuhi oleh orang itu sendiri. Jika tidak dapat di penuhi maka akan terjadi tekanan pikiran ( stres ), tekanan ini tergantung orangnya besar kecilnya kebutuhan yang harus di penuhi sebanyak apa dan dimana ia berada. Persoalan yang ada biasanya sering terjadi di beberapa, negara di indonesia pun mengalami persoalan persebaran penduduk yang kurang merata dan masyarakat hanya terkonsentrasi oleh pulau jawa saja yang hanya luasnya 6 persen saja. Biasanya penyebab persebaran penduduk yang kurang merata disebabkan oleh kurangnya ekonomi di daerah tersebut. Di pulau jawa pun adalah pusat perekonomian negara, arus migrasi di pulau jawa cukup lumayan tinggi. Dari data sensus yang sudah dilakukan oleh badan BPS tentang arus migrasi terdapat lebih dari 15 juta orang berumur 15 tahun keatas bermigrasi ke pulau jawa. Pendidikan juga berpengaruh dengan migrasi karena salah satu alasan ingin melanjutkan pendidikan tinggi dipulau jawa dan mereka yang datang juga ingin mendapat yang lebih baik bisa juga mereka yang migrasi ke pulau jawa kurangnya unversitas di daerah asal. Mengenai banyaknya perguruan tinggi negeri dan swasta di pulau jawa ada 1,536 kampus terbanyak dari pulau indonesia lainnya, jadi mereka yang bermigrasi sangat rentang atau banyak untuk datang ke pulau jawa biar dapat pendidik yang lebih baik pula. Kenyataan mereka yang bermigrasi ke pulau jawa atau masyarakat luar jawa terkait dengan perguruan tinggi mereka melihat pandangan bahwa universitas negeri atau swasta lebih memadai dari segi kualitas dan kuantitas di banding perguruan tinggi
di luar jawa dari itu orang-orang di luar jawa ingin menuntut ilmu ke jawa. Dari akses yang semakin mudah membuka kesempatan bagi mereka yang datang ke pulau jawa
untuk mendapatkan universitas yang terbaik. Perkembangan transportasi dan IPTEK di jawa pun sangat membantu calon mahasiswa yang merantau ke pulau jawa. Di pulau jawa pun mereka calon mahasiswa harus bisa beradaptasi dengan adat atau budaya di pulau jawa karna budaya dan adat d jawa sama di luar jawa jelas berbeda. Dan juga mereka harus bisa berkomunikasi dengan orang jawa melalui sosial yang ada di jawa, terkadang juga keadaan tersebut tidak jarang memberikan dampak baik secara sosial atau spikologis. Terkadang ini terjadi karena mahasiswa rantau masih belum bisa beradaptasi, permasalahannya biasanya kerena nilai, lingkungan baru terkait bahasa dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat jawa. Keadaan lingkungan sosial yang ada di pulau jawa mahasiswa di tuntut untuk memiliki peran ganda, mahasiswa juga harus berperan sebagai agen perubahan menggantikan peran generasi di masa lalu sebagai pemimpin negara dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Mahasiswa papua yang berkuliah di surabaya mengalami hambatan yang mereka alami, seperti susahnya beradaptasi di lingkungan surabaya disebabkan karen bedanya bahasa dan budaya. Hal yang sama di alami oleh mahasiswa papua yang berkuliah di semarang mereka susah untuk menyatukan diri mereka di lingkungan sekitar. Peneliti yang bernama Devinta, Hidayah dan Hendrastomo menemukan bahwa mahasiswa rantau akan mengalami gegar budaya yang disebabkan oleh faktor internal seperti bagaimana berkomunikasi, mengenal budaya baru dan kemampuan bersosialisasi. Sementara faktor eksternalnya penyebab gegar pada budaya adalah
perbedaan sosial, budaya, adat istiadat, iklim, bahasa, makanan, teknologi, pendidikan dan norma sosial dalam masyarakat. Sudah jelas migrasi merupakan salah satu bentuk mobilitas didefinikan sebagai perpindahan penduduk, migrasi juga sudah ada 2 macam bentuk mobilitas yang pertama permanen dan non permanen.
- Mobilitas permanen atau migrasi perpindahan penduduk yang datang dari suatu wilayah lain yang telah menetap di tempat yang mereka tuju,
- mobilitas non permanen perpindahan penduduk di wilayah yang mereka tuju tetapi tidak lama atau tidak menetap di daerah tujuan.